Beberapa Faktor Penyebab Terkena Kanker Payudara dan Cara Pencegahannya

Kanker Payudara
Kanker payudara ( source:sutterstock)


Apa Faktor Risiko Terkena Kanker Payudara? 

Healty-Nusantara - Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita berisiko terkena kanker payudara disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Faktor utama yang mempengaruhi risiko Anda termasuk usia wanita. Kebanyakan kanker payudara ditemukan pada wanita berusia 50 tahun atau lebih.


Beberapa wanita bisa terkena kanker payudara meski tanpa faktor risiko lain yang mereka ketahui. Memiliki suatu faktor risiko bukan berarti Anda akan terkena penyakit tersebut, dan tidak semua faktor risiko mempunyai efek yang sama. 

Kebanyakan wanita memiliki beberapa faktor risiko, namun kebanyakan wanita tidak terkena kanker payudara. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk menurunkan risiko dan tentang skrining kanker payudara.

Faktor Risiko Terkena Kanker Payudara yang Tidak Dapat Anda Ubah 

  • Menua. Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Kebanyakan kanker payudara didiagnosis setelah usia diatas 50 tahun.
  • Mutasi genetik. Wanita yang mewarisi perubahan (mutasi) pada gen tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2 (2 gen pencegah kanker), berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan ovarium.
  • Riwayat reproduksi. Memulai periode menstruasi terlalu dini sebelum usia 12 tahun dan memulai menopause setelah usia 55 tahun membuat wanita terpapar hormon lebih lama, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
  • Memiliki payudara yang padat. Payudara padat memiliki lebih banyak jaringan ikat dibandingkan jaringan lemak, sehingga terkadang menyulitkan untuk melihat tumor pada mammogram (adalah gambar rontgen payudara). Wanita dengan payudara padat lebih berpeluang terkena kanker payudara.
  • Memiliki riwayat terkena kanker payudara atau penyakit payudara non-kanker tertentu. Wanita yang pernah menderita kanker payudara mempunyai kemungkinan lebih besar terkena kanker payudara untuk kedua kalinya. Beberapa penyakit payudara non-kanker seperti hiperplasia duktal atipikal atau karsinoma lobular sangat berhubungan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium. Risiko seorang wanita terkena kanker payudara lebih tinggi jika dia memiliki ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan (kerabat tingkat pertama) atau beberapa anggota keluarga dari pihak ibu atau ayah yang menderita kanker payudara atau ovarium. Memiliki kerabat laki-laki tingkat pertama yang mengidap kanker payudara juga meningkatkan risiko pada perempuan.
  • Pengobatan sebelumnya menggunakan terapi radiasi. Wanita yang menjalani terapi radiasi pada dada atau payudara (misalnya pengobatan limfoma Hodgkin) sebelum usia 30 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara di kemudian hari.
  • Paparan obat dietilstilbestrol (DES). Obat ini pernah diberikan terhadap beberapa wanita hamil di Amerika Serikat sekitar tahun 1940 dan 1971 untuk mencegah keguguran. Wanita yang mengonsumsi DES memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Wanita yang ibunya mengonsumsi DES saat hamil juga mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Faktor Risiko yang Dapat Anda Ubah

Sebagai berikut :

  • Tidak aktif secara fisik. Wanita yang  Pasif ( kaum rebahan )secara fisik berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Cobalah ubah kebiasan buruk ini dengan mencoba berlari 30 menit setiap pagi
  • Kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause. Wanita lanjut usia yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang memiliki berat badan sehat. Mulailah menjaga pola pangan Anda.
  • Mengambil hormon. Melakuakn terapi penggantian hormon (estrogen dan progesteron) yang dilakukan selama masa menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara bila dilakukan lebih dari lima tahun. Kontrasepsi oral tertentu (pil KB) juga terbukti meningkatkan risiko kanker payudara. Bisa dikonsultasikan ke Dokter untuk memilih pengobatan / terapi terbaik untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara.
  • Riwayat reproduksi. Kehamilan pertama setelah usia 30 tahun, tidak menyusui, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Cobalah berusaha memberikan Asi yang telah dianugrahkan tuhan kepada Anda.
  • Minum alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa risiko seorang wanita terkena kanker payudara meningkat seiring dengan semakin banyak alkohol yang diminumnya.Mulailah menghentikan kebiasan ini sebelum terlambat.
Penelitian menunjukkan bahwa faktor lain seperti merokok, paparan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, dan perubahan hormon lain akibat kerja dengan shift malam juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Payudara?

“Angota keluarga meliki riwayat terkena kanker  meningkatkan risiko kanker pada kedua jenis kelamin.”

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara atau perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 yang diturunkan, Anda mungkin berisiko tinggi terkena kanker payudara. ini juga mungkin memiliki risiko tinggi terkena kanker ovarium.

Konsultasikan dengan dokter Anda tentang cara untuk mengurangi risiko, seperti obat-obatan yang menghalangi atau menurunkan estrogen dalam tubuh Anda, atau pembedahan.